Sabtu, 17 Desember 2011

Fungsi HLOOKUP, VLOOKUP, dan IF pada Open Office Spreadsheet/ Calc

Fungsi HLOOKUP, VLOOKUP, dan IF pada Open Office Spreadsheet/ Calc



        Pertama kita flash back dulu apa itu Open Office Spreadsheet/ Calc ?



Open Office Calc atau yang bisa disebut dengan sebutan Spreadsheet adaah salah satu aplikasi perkantoran yang digunakan untuk melakukan pengolahan data berupa angka-angka untuk menjadi satu informasi berupa hasil pengolahan tersebut. Fungsi dari Spreadsheet ini hampir sama dengan aplikasi spreadsheet yang sudah ada lebih dahulu terkenal yaitu Microsoft Office Excel. Semua fungsi, cara melakukan pembuatan tabel bdan formula perhitungan sama persis dengan Excel. Jadi bagi yang sudah mengenal dan menguasai program Excel tidak akan masalah apabila ingin migrasi ke Open Office.org Calc / Spreadsheet. Keuntungan dari aplikasi ini adalah dimana lisensi yang diberikan adalah Free karena termasuk GPL (General Public Lisense). Dan kita bisa menjadi salah satu pihak yang mengenalkan aplikasi ini atau ikut dalam project yang dikembangkan situs Open Office.org dengan cara meregisterkan Open Office.org kita ke situs mereka.




Open Office Calc adalah software spreadsheets yang memungkinkan untuk melakukan input dan manipulasi sel data (data cells) yang terorganisasai dalam baris dan kolom, membuat daftar memelihara record, dan menganalisa data. Sebuah sel adalah pengisi bagian individu dari data, seperti kuantitas, tabel, atau formula matematika. Pada saat membuka spreadsheet baru akan disediakan 3 sheets, Sheet 1, Sheet 2, Sheet 3, dengan minimal Sheet dan dapat menambah atau mengurangi sheet yang terdiri dari 256 kolom, yaitu kolom A sampai dengan kolom IV dan terdiri dari 32.000 baris.

Banyak sekali fungsi atau formula yang dapat kita gunakan dalam mengoperasikan Open Office Spreadsheet/ Calc ini, tapi saya ingin mengajak anda untuk membahas fungsi HLOOKUP, VLOOKUP, dan IF pada Open Office Spreadsheet/ Calc.


Pertama adalah formula HLOOKUP, formula ini berfungsi untuk pembacaan tabel data yang disusun secara horizontal. Bentuk dari formula ini adalah = HLOOKUP(lookup_valur,table_array).  Di atas terdapat data beberapa stasiun radio, frekuensi, serta pemiliknya. Misal kita ingin mencari data stasiun radio yang berada pada baris kelima itu stasiun radio apa? maka kita tulis  formulanya = HLOOKUP(B1,A1:C8,5,0) kemudian Enter dan keluar hasilnya yaitu stasiun radio D.

Kedua adalah formula VLOOKUP, formula ini berfungsi untuk pembacaan tabel dat yang disusun secara vertikal. Bentuk dari formula ini adalah = VLOOKUP(lookup_valur,table_array).  Misal kitaq ingin mencari data stasiun radio yang memiliki frekuensi tertentu (misal 71,4 Hz pada sel A6) itu stasiun radio apa? maka kita tulis formulanya = VLOOKUP(A6,A1:C8,2,0) kemudian Enter dan keluar hasilnya yaitu stasiun radio E. Contoh lain misal kita mencari siapa pemilik dari suatu stasiun radio yang memiliki frekuensi tertentu (misal 81,2 Hz pada sel A7)? maka kita tulis formulanya = VLOOKUP(A7,A1:C8,3,0)  kemudian Enter dan keluar hasilnya pemiliknya adalah Mr. W. 

 
Ketiga adalah formula IF, formula ini berfungsi untuk menyesuaikan skenario untuk menyelesaikan berbagai masalah. Bentuk dari formula ini adalah =  IF(logical_test,value_if_true,value_if_false). Di atas ada beberapa data pendapatan dan pengeluaran dari beberapa perusahaan. Misal kita ingin  menentukan untung atau rugi suatu perusahaan berdasarkan pendapatan dan pengeluarannya tersebut. Maka kita menuliskan formulanya = IF(B2>C2,”Untung”,”Rugi”) pada sel D2(Perusahaan Fort Cape), kemudian Enter dan keluar hasilnya. Untuk perusahaan yang lain tinggal copy paste saja dari hasil formula IF pada perusahaan pertama tadi.
Untuk menghindari jika ada pendapatan yang sama dengan pengeluaran maka kita tulis formulanya yang lebih lengkap yaitu :



kemudian Enter dan keluar hasilnya. Terlihat jika ada pendapatan dan pengeluaran yang sama maka hasilnya adalah “Imbang”. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar